Escape

ESCAPE

escape the cover

Author : 404error ( @ghaizain )

Cast : all exo members

OOC : Anna, Lucifer

Length : chaptered

Rating : PG

Genre : Fantasy

Disclaimer : All cast is belong to themselves except Anna she’s mine.
Well. This is the sequel of Runaway. With different title and the same story. Hope you like it. Sorry for late update. Thanks before.

No bash. No plagiat. No siders. Leave a comment please^^

==

Author POV

Café de fleurs. Maine.

Chanyeol menenggak lemon tea nya. Diluar sudah sangat gelap. Refleksi dirinya yang pucat menatap balik dari jendela didepannya. Chanyeol mengangguk, seolah untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa semuanya baik-baik saja. Tetapi, matanya diliputi kecemasan.

Dia melonggarkan dasinya. Setidaknya menngurangi rasa tercekat yang mengganggunya. Matanya terus menatap refleksi dirinya sendiri.

Anna mengggerak-gerakkan tangannya didepan wajah chanyeol. Chanyeol akhirnya tersadar dari lamunan.

“Kau kenapa?” Tanya Anna.

“Tidak, aku hanya cemas.” Jawabnya.

“Tenangkan dirimu. Semuanya akan baik-baik saja.” Ucap Anna. Chanyeol hanya diam.

Chanyeol POV

Aku tidak memikirkan ini sebelumnya. Minum teh di Maine bukanlah ide yang bagus. Benar kata Baekhyun. Tapi berdiam di Phoenix abbey setelah kejadian yang menimpa Anna juga ide yang buruk. Setidaknya keputusan ini lebih baik.

Kemarin, L’Feuers Di D’O dikabarkan diserang kawanan shapeshifter. Ini aneh, kemarin disaat yang sama Anna diserang. Jika mereka tahu keberadaan Anna, kenapa mereka menyerang L’Feuers Di D’O juga.
Sebenarnya apa tujuan mereka.

“Apakah di L’Feuers Di D’O ada benda berharga?” tanyaku akhirnya.

“Sepertinya tidak.” Jawab Anna.

“Kau yakin?” Anna berpikir sejenak lalu mengangguk.

“Ya aku yakin.” Ucapnya kemudian.

==

Baekhyun POV

L’Feuers Di D’O

Aku menelusuri seluruh penjuru rumah. Lantai penuh serpihan kaca pecah. Semuanya berantakan. Ini semua akibat penyerangan itu. Satu-satunya alasan aku berada disini adalah kunci itu. Aku tidak tahu pasti dimana letaknya tetapi perasaanku mengatakan benda itu ada disini.

Nephilim tak boleh memiliki ini atau semuanya akan kacau.

Dimana kunci itu. Tunggu. Kotak itu.. mungkinkah…

==

Dining room. Phoenix abbey.

“Mana Chanyeol?” tanyaku.

“Dia ada di halaman belakang bersama Anna.” Jawab Kai.

Tanpa berkata apapun aku langsung pergi ke halaman belakang.

“Chanyeol.. Chanyeol!!” panggilku. Chanyeol menoleh kearahku.

“Aku menemukan kunci itu!!” ucapku senang. Chanyeol menatapku kaget.

“Maksudmu? Kau menemukan kunci Concierde?” Tanya Chanyeol dengan nada kaget.

“Ya. Aku menemukannya di L’Feuers Di D’O.” jawabku.

“Kau menemukannya disana? Jadi penyerangan itu.. kini aku mengerti. Para nephilim mengincar kunci ini juga.

“Tapi bagaimana mereka tahu kunci itu ada disana?” ucap Chanyeol bingung.

“Pasti dari para shapeshifter.” Sanggahku.

“Tapi tidak pernah ada orang lain disana.” Elak Chanyeol.

“Mungkin tamu tamu yang pernah mengunjungimu itu salah satu shapeshifter. Banyak sekali kemungkinannya.” Ucapku.

Chanyeol terdiam.

==

Chanyeol POV

Baekhyun meninggalkanku. Bersamaan dengan kepergiannya, Anna datang.

“Anna..kau tidak tidur?” tanyaku.

“Belum bisa tidur.” Jawabnya. Aku mengangguk. Anna mendekatiku.

“Benda apa itu?” tanyanya sambil memandang concierge yang kupegang.

“Oh. Ini kunci concierge.” Aku menunjukkan benda itu pada Anna.

“Darimana kau dapatkan itu?” Anna menyambar kunci yang kupegang.

“Baekhyun menemukannya di L’Feuers di D’O. Apa ini milikmu?” ucapku bingung.

“Ya, ini peninggalan ayahku. Ini adalah benda paling berharga bagiku.” Jelas Anna sambil memandangi
kunci yang ada di genggamannya kini.

“Bagaimana ayahmu mendapatkannya?” aku mulai penasaran. Tidak sembarang orang bisa mendapatkan concierge.

“Ayahku adalah seorang penghulu malaikat. Ia tidak menjelaskan fungsi benda ini, tapi yang aku tahu benda ini sangat berharga baginya.” Jelas Anna.

“Penghulu malaikat? Apa ayahmu seorang darah biru?” tanyaku. Semua ini menjadi semakin rumit.

“Sepertinya begitu.” Jawab Anna sambil menerawang jauh ke langit.

“Itu berarti kau darah biru juga?” tanyaku lagi.

“Tidak. Aku darah campuran. Ibuku adalah seorang darah merah.” Jawab Anna. Ia kembali memandangi kunci
di genggamannya.

Aku terdiam. Aku menggenggam tangan Anna erat.

Anna POV

Aku menatap Chanyeol. Matanya hitam pekat, bahkan lebih gelap ketimbang sejuta rahasia yang ditumpuk satu sama lain. Ujung kunci yang tajam menekan telapak tangan kami. Kunci itu melesat semakin dalam ke tanganku, sampai aku yakin tanganku tergores. Setetes darah janji.

Ketika kupikir jantungku bisa berhenti karena kehabisan udara, aku menjauh, dan menyandarkan dahiku ke dahinya. Mataku terpejam, membuat bahuku naik-turun.

“Aku cinta kepadamu.” Gumamku. “Lebih dari yang seharusnya.”

Aku menunggu jawabannya. Tapi ia malah memelukku begitu erat, nyaris seperti melindungi.

“Ada apa? Tanyaku.

“Aku mendengar sesuatu.” Jawabnya.

“Itu aku. Aku menyatakan cintaku padamu.” Ucapku tersenyum. Kupikir ia akan membalas senyumanku. Tapi matanya tetap tertuju pada pepohonan yang menimbulkan bayangan bergerak-gerak saat dahanya tertiup angin.

“Ada apa?” tanyaku lagi.

“Ada yang tidak beres.” Gumanya. Darahku berdesir. Apa mereka datang? Nephilim itu. Perasaanku campur aduk.

“Cepat masuk ke Phoenix abbey.” Perintah Chanyeol.

“Bagaimana denganmu?” tanyaku. Aku mulai panik. Aku tidak mau hal yang buruk terjadi padanya.

“Cepat masuk!!” kali ini suara Chanyeol menyuarakan kecemasan. Tanpa berkata apapun lagi aku meninggalkan Chanyeol.

==

Chanyeol POV

BlueMalkin

Kuyakin suara itu berasal dari sini. Tidak ada yang berubah dari tempat ini. Lalu suara apa itu tadi? Tidak mungkin kalau hewan. Itu pasti shapeshifter atau nephilim. Aku menelusuri penjuru Bluemalkin. Tempat teleportasi ini sepertinya telah digunakan. Tapi siapa? Dewan? Untuk apa dewan datang kesini ketika Maine sedang kacau.

Ini semua tidak beres. Aku harus kembali ke Phoenix abbey secepatnya.

Aku berlari ke Phoenix abbey. Blue angels harus tahu. Hey. Asap apa itu? Phoenix abbey terbakar?

Aku mempercepat langkahku. Ini gila. Nephilim telah tiba.

-To be continue-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s